Published On: Sen, Apr 16th, 2018

Direktur PT XPERS Di Pecat Sepihak Karena Kritisi Perusahaan Berdiri Ilegal

Jakarta, Lentera Indonesia

Salah satu perusahaan Finance Technologi (Fintech) yang berpusat di Singapura yaitu XFERS PTE. LTD. Diduga mendirikan cabang perusahaannya di Indonesia secara ilegal. Hal ini terungkap dari keterangan beberapa karyawan PT XFERS DIGITAL INDONESIA termasuk direktur perusahaan BR yang diusir secara sepihak oleh security didalam gedung Cyber 2 Kuningan Jakarta yang disewanya dari PT.Karya Bangun Nusantara. Sesuai info yang didapat LI bahwa XFERS PTE. LTD. menunjuk kantor hukum ternama di Indonesia untuk mendirikan perusahaan di Indonesia dimana dalam proses pendiriannya tidak sesuai prosedur karena dalam pendirian dan operasional tidak sesuai dengan UU yang berlaku di Indonesia bahkan sejak beroperasi pada Desember 2017 hingga Maret 2018 tidak melaporkan kegiatan kepada otoritas keuangan RI yaitu Bank Indonesia. Perusahaan ini berdiri dengan menunjuk beberapa WNI sebagai komisaris dan direktur yang kenyataannya tidak memiliki otoritas dan bahkan menjadi korban perekrutan ilegal . Seperti contoh BR warga Yogyakarta sarjana S1 menjadi direktur dengan diangkat langsung oleh pengurus XFERS PTE. LTD di Singapura setelah melakukan serangkaian test dan pelatihan. Dia mengakui bahwa dirinya mendapat gaji langsung dari Singapura dengan komitmen akan mempekerjakan dirinya sesuai UU dan mendirikan perusahaan secara legal dan sesuai perundang-undangan yang berlaku di Republik Indonesia. Tapi sayang setelah dirinya memimpin perusahaan dan bekerja kurang lebih 4 bulan dia melihat kejanggalan dan bahkan diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum , tapi akhirnya dirinya dipecat tanpa hak bahkan sampai saat ini selalu ditagih oleh PT Karya Bangun Nusantara selaku pengelola Gedung Cyber 2 Kuningan Jakarta padahal dirinya tidak memiliki dokumen atau klausul pengalihan sewa menyewa gedung yang dalam hal ini antara PT. XFERS Digital Indonesia dengan PT Karya Bangun Nusantara. Pada tanggal 3 April Kantor yang berada di lantai 6 unit D2. Disegel oleh pengelola gedung dan mengusir seluruh karyawan. BR akhirnya mengadukan nasibnya ke LBH Jakarta lalu didampingi oleh Kantor Hukum Hendra Agus Simanjuntak & Partners mencoba untuk mencari keadilan. (Pat)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>