Published On: Rab, Apr 25th, 2018

Gudang Raksasa Tanpa IMB Berdiri Tegap Tanpa Ada Penindakan Dari Sudin Citata Jakbar


Jakarta, Lentera Indonesia

Kinerja dan fungsi pengawasan Suku Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan (Sudin Citata) Kotamadya Jakarta Barat patut dipertanyakan.

Pasalnya, dari pantauan LI di lapangan, masih banyak bangunan-bangunan yang melanggar dari ketentuan dan Peraturan Daerah, namun banyak juga yang lolos dari pengawasan Sudin Citata Jakbar.

Selain lolos dari pengawasan, ada juga ditemukan bangunan yang memang dibiarkan kendati sudah melanggar, baik pelanggaran Izin Mendirikan Bangunan (IMB) maupun zonasi peruntukannya.

Seperti bangunan gudang raksasa yang ada di Jalan Bojong Indah Raya No 15 RT 007 RW 004, Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, walaupun sudah melanggar, namun hingga saat ini belum ada tindakan dari Sudin Citata Jakbar.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum DPP LSM Pemantau Keadilan dan Negara (PKN) Monang Simanjuntak mengatakan bahwa pihaknya telah membuat laporan melalui surat kepada Dinas Citata DKI Jakarta.

Monang menjelaskan, Dinas DKI Jakarta telah membalas surat kepada pihaknya dengan nomor surat 2066/-1.758.1, bersifat penting, hal tanggapan laporan pengaduan, pada tanggal 23 Maret 2018, dan ditandatangani oleh Kepala Dinas DKI Jakarta Benni Agus Candra.

“Ada 3 poin yang disampaikan Kepala Dinas DKI Jakarta Benni Agus Candra melalui suratnya. Poin pertama, disebutkan bahwa bangunan gudang itu tidak memiliki IMB.

Kedua, bangunan tersebut berada pada rencana jalan yang belum terealisasi sesuai rencana kota.

Dan poin ketiga dan yang terpenting, bahwa bangunan tersebut dalam proses penindakan penertiban,” ungkap Monang kepada LI, Rabu (25/4/2018), saat mengecek ke lokasi gudang raksasa.

Di dalam surat itu, sambung Monang, Kepala Dinas Citata DKI Jakarta mengatakan bahwa ketiga poin yang disampaikannya berdasarkan laporan dari Sudin Citata Jakbar.

Menurut Monang, setelah mengecek ke lokasi, dirinya belum melihat ada proses penindakan dari Sudin Citata Jakbar, bahkan terkesan dibiarkan.

“Kalau memang berfungsi dan kinerjanya baik, tidak mungkin ada pembiaran begini. Kenyataannya mana? Belum ada penindakan dari Sudin Citata Jakbar. Kok bisa bangunan sampai selesai begini?

Sudah tidak punya IMB, melanggar zonasi, mulus pula dalam kegiatan membangunnya sampai berdiri tegap. Harusnya tidak bisa berdiri bangunan ini, mengingat zonasi yang ada adalah zona rencana jalan.

Sudah sebulan lamanya setelah Kepala Dinas Citata DKI Jakarta menanggapi surat, tapi belum ada tindak lanjutnya. Patut diduga Sudin Citata sudah berkoordinasi dengan pemilik gudang raksasa itu,” tegas Monang.

Monang mengatakan, melalui pemberitaan dari rekan-rekan media, dirinya meminta Gubernur dapat segera menindak jajarannya yang tidak mendukung sistem pemerintahan yang dipimpinnya.

Sebagai abdi negara yang melayani masyarakat, seharusnya laporan masyarakat yang diterima segera ditindaklanjuti, bukannya didiamkan.

Menurut informasi masyarakat sekitar, bangunan tersebut milik seorang pengusaha berinisial F. Tidak jauh dari gudang tersebut, F pun memiliki usaha parkir/penitipan alat berat (PT RCP) yang juga sedang bermasalah. Usaha tersebut berlokasi di Jalan Belimbing Raya, samping Waduk Bojong. (Kalaus/Agus)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>