Published On: Sen, Jul 2nd, 2018

Dompu Hasilkan Jagung Rp 3 Triliun Pertahun

 

Jakarta, Lentera Indonesia

Dahulu kala Kabupaten Dompu mendapatkan import jagung dalam jumlah yang sangat besar dari negara lain. Disamping itu juga ditempat saya sekarang juga masyarakat sudah nanam jagung tapi hanya sekedar untuk jagung bakar, jagung rebus tapi kemudian melakukannya dengan menanamnya secara masal karena kami fokus mengurusi itu. Kemudian itu menjadi sesuatu yang besar, besar secara volume, besar secara nilai transaksi yang mau investasi yang rutin setiap tahun begitu besar duitnya tapi kami di Dompu ini sudah tahun ke 8 yang sudah 8 kali panen raya jagung. Hal ini disampaikan Kepala Pemerintah Kabupaten Dompu Provinsi Nusa Tenggara Barat Bupati Dompu Drs H Bambang M Yasin kepada Lentera Indonesia baru – baru ini di Jakarta.
Menurut Bupati Dompu Drs H Bambang M Yasin, duit jagungnya tetap saja untuk menggerakkan sektor riil dimasyarakat karena uangnya dikuasai oleh masyarakat dan itu benar – benar memberi kontribusi yang sangat signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi pembukaan lapangan pekerjaan.
Kemudian, lanjutnya, jadi kalau misalnya ada 1 ton jagung berarti kami butuh paling tidak 100.000 strip atau trip kalau sehari itu bisa mengangkut berapa kali.
Jadi trackum tumbuh seperti jamur di musim hujan pekerjaan supir terbuka, kenek terbuka, jasa bongkar muat terbuka dan orang – orang yang berjualan dipinggir jalan karena terjadi antrian mobil bongkar muat barang dipelabuhan digudang di lahan – lahan pertanian. Akhirnya multi player efek benar – benar tumbuh, papar Bupati Dompu ini.
“Saya kira lebih lagi daerah lain bisa juga hal yang seperti ini kan bukan hanya jagung yang bisa kita ginikan”, ujar Bambang.
Kata Bambang M Yasin, kemudian bisa juga maslah umbi – umbian tapi kalau kita fokus mengurus misalnya umbi – umbian ini menjadi sesuatu bisnis yang bisa mendatangkan uang yang banyak saya kira itu akan mempunyai multi player efek sektor – sektor lain juga.
Selanjutnya lagi, tambah Bambang, yang utama pasarnya jagung itu untuk pakan. Maka itu di Dompu itu sudah banyak gudang, drayek, silo penyimpanan koin perpanjangan tangan dari perusahan – perusahan besar seperti PT Pokphan, Jafa dan lain serta membayar gudang disana tapi kami eksport jagung ke Filipina. Namun sekali kirim jagungnya kecil karena pelabuhannya memuat jagung dikapal 5000 ton atau 4000 ton, tandasnya.
“Saya sekarang sudah berkampanye dibirokrasi untuk masalah jagung nyah kontinyu, kuatisi yang besar, volume yang besar, kualitas dan kualifikasi”, ujar Bambang.
” Aku yakin karena masyarakat sudah merasakan manfaatnya uang jagung ini yang nilainya mencapai Rp 3 Triliun setahun. Penghasilan jagung ini dimasyarakat besar sekali untuk ukuran kami karena jumlah penduduk Dompu saja hanya 260.000 orang”, tegas Bupati Dompu ini.
Selanjutnya kata Bupati Dompu ini, sebenarnya keterlibatan pemerintah tidak banyak karena kalau ada pupuk itu juga merupakan pupuk subsidi berapa sih, tanyanya.
Ditegaskan lagi oleh Bambang, hal ini benar – benar murni kemandirian masyarakat Dompu. Nyah benih bantuan sekarangpun mulai milih – milih. Kalau benih itu tidak pernah kita dengar produktifitasnya kami tolak, jelas Bambang. ( Frans Doli – Lentera Indonesia)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>