Published On: Rab, Jul 11th, 2018

Banyaknya Club/ Komunitas Motor Pemakai Ban Cacing Di Kediri Raya. Bukankah Itu Menambah Daftar Pelanggaran?

Kediri – Lentera Indonesia

Peningkatan jumlah organisasi Club motor di wilayah Kota dan Kabupaten Kediri (Kediri Raya) sangat pesat, terbukti banyaknya Club motor yang muncul akhir – akhir ini. Tapi kemunculan Club motor terdapat suatu catatan yang perlu digarisbawahi. Apakah itu ?.

Kita sudah paham dan tak perlu diperdebatkan lagi, bahwa Negara kita adalah negara hukum, dan sudah sepatutnya kita menjadi warga negara yang ” taat hukum “.

Equality before the law, semua warga negara memiliki kedudukan yang sama di mata hukum, tak terkecuali para Bikers, baik yang Single rider (Single fighter) maupun yang tergabung dalam suatu Club/ komunitas motor. Sehingga sudah sepatutnya juga harus taat hukum.

Masalah ban cacing. Dalam investigasi media ini di lapangan menyimpulkan, banyak Bikers yang masih menggunakan ban cacing, dan parahnya lagi penggunaan ban cacing itu terwadahi dalam suatu komunitas/ Club motor, yang penggunaannya dilakukan secara terorganisasi.

Dilansir dari media online menyebutkan, akhir 2017 lalu satlantas polres Mojokerto pernah menilang para Bikers yang sedang konvoi namun menggunakan ban kecil (ban cacing).

Lalu bagaimana dengan Kita dan Kabupaten Kediri ?

Bukankah yang dilakukan Satlantas Polres Mojokerto akhir tahun 2017 lalu juga bisa dilakukan di wilayah Hukum Polresta maupun Polres Kediri ?

Tentu hal tersebut bisa diterapkan di wilayah lain, termasuk di Kota maupun Kabupaten Kediri, misalnya melalui razia di tempat- tempat kopdar ( tempat berkumpulnya ) mereka yang disinyalir menggunakan ban cacing.

Razia rutin di tempat – tempat berkumpulnya para Club / komunitas motor yang disinyalir menggunakan ban cacing yang penggunaannya dilakukan secara terorganisasi adalah langkah tepat untuk menekan jumlah pelanggaran yang dilakukan oleh komunitas/ Club motor.

Bukankah di antara Club motor tersebut dinaungi oleh paguyuban yang berbadan hukum ?

Meski Club motor tersebut bernaung di bawah paguyuban bukan berarti mereka bisa bebas dari jeratan hukum bila memang secara sah melakukan pelanggaran hukum, seperti memakai ban cacing, lampu Strobo , sirine, dan lain – lain.

Dengan melihat kenyataan/ fenomena yang tak terbantahkan ini, diharapkan pihak berwenang melakukan razia penertiban di tempat- tempat berkumpulnya Club motor yang disinyalir menggunakan ban cacing.

Dalam investigasi yang dilakukan tim media ini menyimpulkan, tempat – tempat yang digunakan untuk berkumpul Club motor pengguna ban cacing misalnya di depan stadion Brawijaya, Kota Kediri tepatnya barat jalan, dan juga di sekitar Pare , Kabupaten Kediri. (tim)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>