Published On: Sab, Okt 27th, 2018

Sumpah Pemuda Bukan Sembarang Sumpah

Caption : Gelar Wicara Sumpah Pemuda yaitu harus merujuk kepada Sumpah usia 120 hari didalam rahim ibu. (Foto : Frans Doli – Lentera Indonesia)

 

Jakarta, lenteraindonesia.co.id

Sumpah Pemuda itu merujuk pada Ikrar Tauhid kita ketika berusia 120 hari didalam Rahim Ibunda. Ikrar Tauhid tidak mengenal jender, ras, suku dan agama. Dimana ikrar yang sama tidak ada sedikitpun perbedaan antara diri yang satu dengan lainnya.
Sumpah Pemuda bukanlah sumpah sembarang sumpah yang diucapkan oleh setiap diri. Untuk itu sumpah atau ikrar dari ruhani – ruhani yang telah bangkit untuk berjuang demi terwujudnya kemerdekaan dan kembalinya harga diri bangsa. Hal ini diutarakan Ketua Yayasan Tunas Sejati Hj Nuzulia Hasanah kepada Lentera Indonesia baru – baru ini di Jakarta.
Menurut Nuzulia Hasanah, kebangkitan yang merujuk kepada Ikrar Tauhid dari setiap manusia disaat mereka berusia 120 hari didalam rahim ibunda. Dimana sejatinya Sumpah Pemuda tidak terlepas dan memiliki korelasi yang erat dengan Ikrar Tauhid dari setiap ruh yang diutus kedalam diri manusia yang dilahirkan didunia.
Artinya, sambung Nuzulia, evaluasi terhadap diri kita sendiri terhadap pemenuhan Ikrar Tauhid kita yaitu ikrar antara ruh dengan maha ruh. Maka degradasi Sumpah Pemuda semakin hari semakin lama kita rasakan. Benturan – benturan dari hal – hal yang kecil sampai hal – hal yang besar terus menggulung menjadi bola salju, ikrar tauhid akan sejalan dengan jiwa tauhid yaitu satu tujuan, satu visi misi, satu kehendak dari Tuhan Yang Esa, tandasnya. (Frans Doli – Lentera Indonesia)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>