PDAM Lawang Kembali Menjadi Sorotan Masyarakat

0
83

 

Malang, lenteraindonesia.co.id

Kasus layanan PDAM Lawang kembali menjadi sorotan, kali ini yang menjadi pusat perhatian adalah tentang pemindahan pelanggan hibah ke pelanggan baru lainnya.

Sebelum kasus ini mencuat nama inisial A atau Y, salah satu karyawan bagian teknis PDAM Lawang ini, pernah menjadi sorotan media beberapa waktu lalu, karena melakukan pemungutan biaya ongkos pemasangan saluran rumah tangga baru, tanpa memberikan tanda bukti pembayaran apapun pada konsumen di desa Ketindan Lawang.

Menurut informasi yang awak media terima dari salah satu narasumber, mengatakan “Y ini kemarin pernah melakukan penarikan uang pasang baru kepada warga gang Masjid Ketindan Lawang, yang bernama inisial H.H dan tanpa bukti pembayaran, serta tidak di pasang sampai enam bulan.

Dan kali ini dia diduga melakukan tindakan menjual SR (saluran rumah tangga) baru, pelanggan hibah di desa Pilang kepada pelanggan biasa di desa Boro Setran padahal di Setran jelas-jelas di sana air mati.

Nama pembeli SR Plandi ini, adalah inisial H warga Rt.02, Rw.08 Boro setran, Lawang.

Selain memindahkan pelanggan, diduga juga meteran yang digunakan untuk SR Boro Setran ini, adalah meteran bekas – bekas jelasnya.

Sementara itu menurut humas PDAM Lawang yang kami hubungi melalui pesan WA, menyatakan” datang aja dulu ke PDAM Lawang, kalau itu udah terkait dengan masalah personal, dan kantor pasti akan menindak yang bersangkutan” terangnya.

Dan kepada pihak inisial A kami juga menghubunginya via telepon dan pesan pribadi.

Dalam komentarnya Y mengatakan bahwa dirinya melakukan tugas dan merasa tidak melakukan tindakan pemindahan pelanggan maupun penarikan biaya pemasangan baru, bahkan secara kasar, saat kami meminta yang berinisial Y untuk ketemu di kantor IWO kota Malang dalam rangka klarifikasi.

Dia mengatakan pada awak media dengan bahasa yang terkesan melecehkan dengan pernyataan “sing butuh sopo, mengong a (yang butuh siapa, apa kamu sudah gila)” katanya.

Terkait masalah ini awak media mencoba berkoordinasi dengan penggurus IWO, untuk melanjutkan kasus indikasi pelecehan pada petugas jurnalistik.(bersambung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here