Sudah 17 Kali Perayaan Natal Gereja Tiberias Di Gelora Bung Karno

0
273

 

Jakarta, Lentera Indonesia

Sudan 17 kali perayaan natal gereja Tiberias Indonesia dilakukan di Gelora Bung Karno. Apa yang membedakan perayaan natal ini pada tahun ini. Hal ini disampaikan Ketua Humas GTI Tiberias Pdt Gideon Simanjuntak SH MTh kepada Lentera Indonesia baru – baru ini di Jakarta.
Dikatakan Ketua Humas GTI Tiberias Gideon Simanjuntak, dimana selama dua tahun belakangan ini kami tidak bisa mengadakan natal di GBK dikarenakan GBK sedang direnovasi untuk Asian Games di Jakarta ini.
Didalam akhir tahun 2018 natal ini setiap tahunnya kita berusaha untuk selalu memberikan yang terbaik bagi Tuhan dan bagi jemaatnya, jelasnya.
Kenapa natal Gereja Tiberias Indonesia selalu dilakukan di Gelora Bung Karno secara besar – besaran, tanya Gideon. Dikatakan Gideon, perintah Tuhan Yesus Kristus kepada gembala sidang Gereja Tiberias Pdt DR Yesaya Pariadji untuk merayakan natal secara besar – besaran distadion utama ini, tegasnya.
Dijelaskan lagi oleh Gideon, pada suatu hari didalam perjalanan pulang dari daerah Solo Selatan Pdt DR Yesaya Pariadji sedang berpikir dari pada biaya untuk merayakan natal sangat besar lebih baik bangun gereja didaerah – daerah dan merayakan natal didesa – desa.
Sambung Gideon lagi, pada saat beliau sedang berpikir dan merencanakan sesuatu Tuhan langsung mengetahuinya sehingga Tuhan menegornya dan berkata, “Pariadji Aku perintahkan kamu untuk merayakan NATAL secara besar – besaran di Stadion Gelora Bung Karno”.
Lalu Pdt Pariadji bertanya bagaimana mungkin Tuhan memenuhi Stadion Gelora Bung Karno yang sebesar ini, tanyanya.
“Aku perintahkan kamu dengan kuasa minyak dan anggur untuk menyambut mesias juru selamat dunia yang lahir di Bethlehem raja segala raja yang permulaannya sejak purba kala sejak dahulu kala yang menyatakan diri kepada kita. “Akulah Yesus Kristus Tuhan Allahmu yang empunya kerajaan sorga (Mikha 5 : 1- 3)”, papar Gideon.
Ditegaskan Gideon, pesan gembala sidang Gereja Tiberias Indonesia Yesaya Pariadji, “mari hidup dalam pertobatan, suci pikiran, suci perkataan, suci perbuatan, hidup ini harus dipersiapkan untuk menyambut kedatangan Tuhan Yesus Kristus yang kedua kali”, tandasnya. (Frans Doli – Lentera Indonesia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here