Waspada Diabetes Pada Anak

0
78

lenteraindonesia.co.id – DIABETES melitus (DM) merupakan suatu kondisi gangguan metabolisme yang timbul akibat peningkatan kadar gula darah di atas nilai normal yang berlangsung secara kronis.

Hal ini disebabkan adanya gangguan pada hormon insulin yang dihasilkan kelenjar pankreas. Pada umumnya DM dibedakan menjadi dua tipe, yaitu DM tipe 1 yang disebabkan pankreas yang tidak memproduksi cukup insulin dan DM tipe 2 yang disebabkan gangguan kerja insulin yang juga dapat disertai kerusakan pada sel pankreas. DM sering dianggap sebagai penyakit orang dewasa. Namun, DM juga dapat terjadi pada anak-anak dan remaja, khususnya DM tipe 1.

Meskipun kasus DM tipe 1 paling banyak terjadi pada anak, terdapat kecenderungan peningkatan kasus DM tipe 2 pada anak dengan faktor risiko obesitas, genetik, etnik, dan riwayat DM tipe 2 di keluarga. Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr dr Aman Bhakti Pulungan SpA(K) mengatakan, penyebab DM tipe 1 adalah interaksi dari banyak faktor, antara lain kecenderungan genetik, faktor lingkungan, sistem imun dan sel pankreas yang belum diketahui perannya masing-masing terhadap proses DM tipe 1.

“Berbeda dengan DM tipe 1, DM tipe 2 sangat erat kaitannya dengan gaya hidup tidak sehat, seperti berat badan berlebih, obesitas, kurang aktivitas fisik, hipertensi, dislipidemia, diet tidak sehat, dan merokok,” ucap dr Aman. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 menunjukkan bahwa angka kejadian faktor risiko DM tipe 2 sebesar 18,8% anak usia 5-12 tahun mengalami kelebihan berat badan dan 10,8% menderita obesitas. Gejala-gejala yang perlu diwaspadai jika anak menderita DM adalah anak akan banyak makan, banyak minum, banyak kencing dan mengompol, terjadi penurunan berat badan yang drastis dalam 2-6 minggu sebelum terdiagnosis, kelelahan dan mudah marah, serta yang perlu diwaspadai lainnya adalah sesak napas, dehidrasi, shock , dan napas berbau keton.

“DM tipe 1 tidak dapat dicegah dan siapa pun dapat mengalaminya. Tipe ini paling banyak terjadi di kelompok usia 10-14 tahun dengan 403 kasus. Kemudian, DM tipe 2 pada anak biasanya terdiagnosis pada usia pubertas atau lebih tua. Pada tipe ini sering disertai adanya kulit menjadi lebih gelap, seperti di ketiak dan leher,” beber dr Aman. Menurutnya, ada beberapa pencegahan dengan menerapkan gaya hidup sehat, seperti mempertahankan berat badan ideal, memperbanyak makan buah dan sayur, mengurangi minum minuman manis dan bersoda, aktif berolahraga, dan membatasi waktu penggunaan gadget .

Sementara itu, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan dr Cut Putri Arianie MHKes menambahkan, diabetes merupakan penyakit tidak menular yang tidak dapat disembuhkan. Tetapi dengan kontrol metabolik yang baik, anak dapat tumbuh dan berkembang layaknya anak sehat lainnya. “Kontrol metabolik adalah mengupayakan kadar gula darah dalam batas normal atau mendekati normal tanpa menyebabkan anak malah menjadi kekurangan glukosa dalam darah. Pengelolaan dilakukan dengan pemberian tata laksana yang sesuai, baik insulin maupun obat-obatan, pengaturan makan, olahraga, serta edukasi dan pemantauan gula darah secara mandiri,” papar dr Cut.

Dia menjelaskan, Kementerian Kesehatan juga mengadakan serangkaian kegiatan yang dilakukan dalam rangka memperingati Hari Diabetes Sedunia, di antaranya melaksanakan sosialisasi informasi tentang diabetes dan membuat surat edaran kepada seluruh Dinas Kesehatan Provinsi di Indonesia untuk melakukan promosi kesehatan, deteksi dini, dan kerja sama dengan LSM untuk melakukan kegiatan yang melibatkan masyarakat.

“Kementerian Kesehatan memberikan imbauan kepada seluruh pihak, termasuk media, swasta, dan masyarakat, untuk dapat berpartisipasi dan mendukung upaya pencegahan dan pengendalian DM,” ujar dr Cut. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here